Jawaban singkat
- Sebelum jualan di bazar pertama kali, pastikan dua izin: tempat (booth) dari penyelenggara bazar atau pengelola pasar, dan, kalau kamu berjualan di pinggir jalan, izin dari pemerintah daerah setempat. Di Inggris dan Wales, berjualan di jalan tanpa izin bisa kena denda sampai £1.000.
- Buat lembar tutup kas untuk setiap bazar: modal kembalian, penjualan tunai, penjualan QRIS/kartu, uang keluar, uang yang dihitung, selisih.
- Hitung stok saat berangkat dan saat pulang. Jumlah terjual dikali harga jual adalah uang yang seharusnya masuk; jumlah terjual dikali harga modal adalah biaya barangnya.
- Hitungan itu memberimu margin per produk, yang jarang sama dengan perasaanmu.
- Simpan catatanmu. Di Inggris, HMRC meminta catatan disimpan minimal 5 tahun setelah batas 31 Januari; di AS, setiap pembayaran kartu yang kamu terima bisa muncul di Form 1099-K. Di Indonesia, tanyakan aturan pembukuan ke kantor pajakmu.
Sebelum bazar pertama: booth dan izin
Sebagian besar bazar diadakan oleh pemerintah daerah, pengelola mal, event organizer, kampus, atau komunitas. Kamu mendaftar ke mereka untuk mendapat booth, menyetujui aturannya (jam loading, ukuran tenda, sampah, listrik) dan membayar sewa booth. Untuk makanan, banyak penyelenggara meminta bukti izin pangan seperti PIRT. Baca aturannya sebelum mendaftar, bukan pagi hari saat kamu datang.
Berjualan di pinggir jalan lain lagi ceritanya. Di Inggris dan Wales, GOV.UK menyebut kamu mungkin perlu street trading licence dari pemerintah daerah setempat. Kamu mungkin harus menyebut di mana dan kapan ingin berjualan, menyerahkan foto dan membayar biaya, dan pemerintah daerah bisa menolak, memberi hari lebih sedikit dari yang diminta, atau memasukkanmu ke daftar tunggu. Berjualan tanpa izin, atau melanggar syaratnya, bisa kena denda sampai £1.000. Di Indonesia, aturan pedagang kaki lima dan lokasi berjualan juga ditetapkan oleh pemerintah daerah masing-masing, jadi tanyakan ke kelurahan atau dinas setempat.
Di AS, aturannya dibuat oleh negara bagian, county, dan kota. Biasanya berupa kombinasi izin usaha, izin pajak penjualan (di negara bagian yang memungutnya) dan izin sementara untuk pedagang atau izin kesehatan untuk makanan. Di mana pun kamu berjualan, pengelola bazar biasanya jalan tercepat untuk tahu izin mana yang berlaku untuk lapakmu.
- Booth sudah dipesan dan aturan bazar sudah dibaca
- Izin berjualan di jalan sudah dicek ke pemda, kalau kamu berjualan di jalan
- Asuransi atau aturan tanggung jawab dari penyelenggara sudah jelas
- Izin pangan (misalnya PIRT), kalau kamu menjual makanan
- Modal kembalian sudah ditukar ke uang kecil
- Daftar stok yang kamu bawa
- Lembar tutup kas kosong
Booth tetap atau pedagang harian
Di banyak pasar dan bazar rutin ada dua jenis pedagang. Pedagang tetap menempati tempat yang sama minggu demi minggu, sering dengan sewa bulanan atau tahunan. Pedagang harian mendaftar atau datang untuk satu hari dan mendapat tempat yang masih kosong.
- Mulai sebagai pedagang harian lebih murah dan kamu bisa mencoba beberapa bazar sebelum berkomitmen. Kekurangannya: tempatmu berpindah-pindah, dan saat ramai bisa jadi tidak ada tempat.
- Menjadi pedagang tetap membuat pelanggan tahu di mana mencarimu setiap minggu. Ini biaya tetap yang tetap kamu bayar meski hujan deras.
- Tanyakan cara pindahnya. Banyak pengelola mengizinkan pedagang harian mengajukan tempat tetap setelah beberapa kali ikut.
Berapa pun yang kamu bayar, catat sewa booth sebagai biaya hari itu, sama seperti bensin. Itu bagian dari biaya sebenarnya satu kali bazar.
Lembar tutup kas harian
Di akhir hari bazar kamu ingin tahu dua hal: berapa yang terjual, dan apakah uang tunainya cocok? Untuk menjawabnya, pisahkan mana yang penjualan dan mana yang bukan.
Modal kembalian bukan penjualan. Itu uang kecil yang kamu bawa untuk memulai hari. Uang keluar (sewa booth yang dibayar tunai, plastik kresek yang dibeli di lokasi) bukan penjualan yang hilang, itu pengeluaran. Dan pembayaran QRIS atau kartu tidak pernah masuk ke kotak uang: jumlahnya ada di laporan aplikasi QRIS atau mesin EDC-mu.
Jadi rumusnya:
penjualan tunai = uang dihitung − modal kembalian + uang keluar
Ambil contoh Rina, yang menjual sambal botol, abon, bumbu racik, dan hampers di bazar akhir pekan di Bandung. Ini lembarnya, dengan angka contoh.
LEMBAR TUTUP KAS — Sabtu, bazar pusat kota
Modal kembalian (pagi) Rp500.000
Uang keluar
Sewa booth (contoh) Rp175.000
Parkir Rp22.500
Total uang keluar Rp197.500
Uang dihitung (tutup) Rp1.417.500
Penjualan tunai = 1.417.500 − 500.000 + 197.500 = Rp1.115.000
Penjualan QRIS/kartu (laporan) Rp1.940.000
TOTAL MASUK Rp3.055.000
Penjualan menurut hitungan stok Rp3.065.000
Selisih −Rp10.000
Selisih Rp10.000 bukan bencana: kembalian yang diberikan dua kali, harga yang dibulatkan ke bawah, satu botol untuk tester. Yang penting, kamu mencatatnya dan memperhatikan apakah ada pola. Kekurangan yang muncul setiap minggu, selalu ke arah yang sama, perlu diselidiki: label harga yang salah, kembalian yang diberikan terlalu terburu-buru, atau pencurian.
Hitung stok berangkat dan pulang: margin per produk
Baris “penjualan menurut hitungan stok” berasal dari satu kebiasaan: hitung apa yang kamu muat di pagi hari dan apa yang kamu bawa pulang. Selisihnya adalah yang terjual (atau rusak). Kalikan dengan harga jual, dan kamu dapat uang yang seharusnya masuk. Kalikan dengan harga modal, dan kamu dapat biaya barang yang terjual.
Ini hari Rina, produk demi produk:
| Produk | Harga | Modal | Berangkat | Pulang | Terjual | Penjualan | Biaya barang | Margin |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Sambal botol | Rp35.000 | Rp14.000 | 48 | 19 | 29 | Rp1.015.000 | Rp406.000 | Rp609.000 |
| Abon | Rp27.500 | Rp11.000 | 36 | 12 | 24 | Rp660.000 | Rp264.000 | Rp396.000 |
| Bumbu racik | Rp20.000 | Rp7.000 | 60 | 22 | 38 | Rp760.000 | Rp266.000 | Rp494.000 |
| Hampers | Rp90.000 | Rp57.500 | 12 | 5 | 7 | Rp630.000 | Rp402.500 | Rp227.500 |
| Total | Rp3.065.000 | Rp1.338.500 | Rp1.726.500 |
Sambal botol
HargaRp35.000
ModalRp14.000
Berangkat48
Pulang19
Terjual29
PenjualanRp1.015.000
Biaya barangRp406.000
MarginRp609.000
Abon
HargaRp27.500
ModalRp11.000
Berangkat36
Pulang12
Terjual24
PenjualanRp660.000
Biaya barangRp264.000
MarginRp396.000
Bumbu racik
HargaRp20.000
ModalRp7.000
Berangkat60
Pulang22
Terjual38
PenjualanRp760.000
Biaya barangRp266.000
MarginRp494.000
Hampers
HargaRp90.000
ModalRp57.500
Berangkat12
Pulang5
Terjual7
PenjualanRp630.000
Biaya barangRp402.500
MarginRp227.500
Total
Harga
Modal
Berangkat
Pulang
Terjual
PenjualanRp3.065.000
Biaya barangRp1.338.500
MarginRp1.726.500
Tabel ini menunjukkan hal-hal yang tidak akan pernah terlihat dari kotak uang:
- Hampers adalah barang termahal dan terasa seperti bintangnya, tetapi hanya menyisakan 36% dari harganya (227.500 ÷ 630.000). Dua belas hampers yang dibawa berarti Rp690.000 stok di atas meja.
- Bumbu racik menyisakan 65% dari harganya (494.000 ÷ 760.000). Murah, laku, dan total marginnya lebih besar daripada abon.
- Sambal botol dan abon sama-sama menyisakan 60%.
Hasil hari itu belum sama dengan margin. Kurangi biaya hari itu: 1.726.500 − 175.000 − 22.500 = Rp1.529.000, sebelum bensin, biaya transaksi, dan pajak. Untuk rumus di balik persentase itu, lihat panduan kami tentang markup dan margin, yang juga punya contoh lapak dengan barang yang terbuang.
Catatan yang perlu kamu simpan
Inggris. Kalau pendapatan kotor usahamu dalam satu tahun pajak £1.000 atau kurang, trading allowance bisa berarti kamu tidak perlu melapor ke HMRC, meski ada kasus kamu tetap wajib mendaftar Self Assessment, dan kamu tetap harus menyimpan catatan pendapatan itu. Di atas £1.000 kamu dianggap pekerja mandiri: daftar Self Assessment dan simpan catatan penjualan dan pengeluaran. HMRC meminta catatan disimpan minimal 5 tahun setelah batas penyerahan 31 Januari untuk tahun pajak terkait. Jadi SPT 2025–2026 yang diserahkan paling lambat 31 Januari 2027 berarti catatannya disimpan setidaknya sampai akhir Januari 2032.
AS. Semua pendapatan usaha kena pajak, ada formulirnya atau tidak. Penyedia layanan kartu melaporkan pembayaran kartu di Form 1099-K tanpa batas minimum: menurut IRS, bahkan satu sen pembayaran kartu bisa menghasilkan formulir itu. Untuk aplikasi pembayaran dan jaringan pihak ketiga lainnya, One Big Beautiful Bill mengembalikan ambang lama, jadi mereka hanya melapor kalau kamu menerima lebih dari $20.000 dari lebih dari 200 transaksi dalam setahun. Lembar tutup kasmulah yang mencocokkan formulir itu dengan penghasilanmu yang sebenarnya.
Di Indonesia pun, penjualan lewat QRIS dan transfer meninggalkan jejak, jadi lembar tutup kas tetap berguna saat kamu menghitung omzet untuk pajak; tanyakan kewajiban pencatatan atau pembukuanmu ke kantor pajak. Di negara mana pun, simpan juga nota dari pemasok: itu bukti biayamu dan sumber harga modalmu. Kalau uang pribadi dan uang lapak masih satu dompet, baca panduan kami tentang cara memisahkan keuangan pribadi dan usaha.
Persiapan minggu depan: stok, uang kecil, dan arus kas
Bazar disiapkan sehari sebelumnya. Tiga hal sudah cukup.
- Daftar muatan. Dasarkan pada penjualan beberapa minggu terakhir, bukan harapan. Kalau separuh hampers selalu pulang lagi setiap Sabtu, bawa lebih sedikit dan simpan uangnya. Panduan kami tentang manajemen stok untuk usaha kecil menunjukkan cara menentukan titik pemesanan ulang.
- Modal kembalian. Selalu jumlah yang sama, dalam uang kecil, dihitung sebelumnya. Modal yang tetap membuat lembar tutup kas lebih mudah.
- Arus kas. Hasil hari Sabtu harus membayar pemasok hari Selasa. Setor uang tunai ke rekening secara rutin, jangan disimpan di mobil, dan catat setiap setoran sebagai pemindahan, bukan penjualan.
Mencatat hari bazar dengan Binome360
Masalah sebenarnya adalah waktu. Di lapak kamu sibuk; malamnya kamu lelah. Di Binome360 kamu cukup mengetik ringkasan hari itu dalam satu pesan di ponsel, dan asistenmu menyiapkan catatannya. Tidak ada yang tersimpan sebelum kamu konfirmasi.
Bazar hari ini: tunai Rp1.115.000, QRIS Rp1.940.000, booth Rp175.000, parkir Rp22.500. Pulang: 19 sambal, 12 abon, 22 bumbu, 5 hampers.
Ini drafnya di asisten “Lapak”: penjualan Rp3.055.000 (tunai dan QRIS dipisah), biaya Rp197.500, dan stok keluar: 29 sambal botol, 24 abon, 38 bumbu racik, 7 hampers. Dengan harga jualmu, penjualan itu seharusnya Rp3.065.000, jadi uangnya kurang Rp10.000. Simpan?
Konfirmasi, atau perbaiki salah satu barisnya dulu.
Coba Binome360 gratisSatu kartu per produk dengan harga modal dan harga jual, pergerakan stok dicatat dengan satu kalimat, dan margin produk demi produk.
- Penjualan tunai dan QRIS/kartu dicatat ke akun terpisah yang kamu kelola sendiri
- Stok berangkat dan pulang, supaya penjualan hari itu cocok
- Margin per produk, jadi kamu tahu mana yang benar-benar menghasilkan
- Asisten “Lapak” tersendiri, terpisah dari keuangan pribadimu
- Pengingat berulang untuk pesan barang ke pemasok setiap Selasa
Binome360 tidak terhubung ke bankmu, ke QRIS, atau ke mesin EDC: kamu mengetik total nontunai dari laporannya. Ini juga bukan mesin kasir. Tugasnya menjaga catatan dan stokmu tetap rapi.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apakah aku perlu izin untuk jualan di bazar?
Dalam banyak kasus, izin dari penyelenggara (booth-mu) sudah cukup, karena penyelenggara mengurus izin acaranya atau lokasinya milik swasta. Izin dari pemerintah daerah biasanya berlaku kalau kamu berjualan di jalan atau ruang publik. Penjual makanan umumnya juga perlu izin pangan. Kalau ragu, tanyakan ke penyelenggara dan pemda setempat.
Berapa modal kembalian yang perlu dibawa?
Cukup untuk memberi kembalian atas penjualan yang paling sering sepanjang pagi. Kalau kebanyakan harga Rp20.000 sampai Rp35.000, pecahan Rp5.000 dan Rp10.000 lebih penting daripada Rp50.000. Pilih satu jumlah dan bawa modal yang sama setiap kali; tutup kas jadi lebih cepat dan kesalahan lebih mudah terlihat.
Apakah setiap penjualan harus dicatat satu per satu?
Tidak satu per satu kalau lapakmu ramai. Yang kamu butuhkan adalah total harian yang bisa dipercaya untuk tunai dan nontunai, didukung lembar tutup kas dan laporan QRIS atau EDC, ditambah catatan biayamu. Penjualan besar, atau penjualan ke sesama usaha, sebaiknya dicatat satu per satu dengan kwitansi.
Bagaimana tahu produk mana yang layak dipertahankan?
Lihat margin dalam rupiah per hari bazar dan berapa banyak stok yang harus kamu bawa untuk mendapatkannya, bukan hanya penjualan. Barang murah yang laris bisa membayar sewa booth; barang mahal yang pulang lagi setiap minggu mengikat uangmu. Lembar tutup kas dua atau tiga bulan akan menunjukkan polanya.
Perlukah memberi pembeli kwitansi?
Berikan kalau diminta, dan selalu untuk pembelian besar atau pembelian oleh usaha lain. Contoh kwitansi kami menunjukkan apa saja yang perlu dicantumkan.
Ringkasnya
Jualan di bazar butuh izin berjualan (booth, ditambah izin pemda kalau berlaku) dan tiga kebiasaan: modal kembalian yang tetap, lembar tutup kas untuk setiap bazar, dan hitungan stok saat berangkat dan pulang. Dengan itu, setiap malam kamu tahu apa yang terjual, apakah uangnya cocok, dan produk mana yang benar-benar menyumbang margin.
Langkah pertama: sebelum bazar berikutnya, tulis berapa banyak tiap produk yang kamu bawa. Sampai di rumah, hitung apa yang pulang.
Sumber
- GOV.UK, “Street trading licence (England and Wales)”: gov.uk.
- HM Revenue & Customs, “Tax-free allowances on property and trading income”, terakhir diperbarui 8 Mei 2019: gov.uk.
- GOV.UK, “Business records if you’re self-employed: how long to keep your records”: gov.uk.
- Internal Revenue Service, “IRS issues FAQs on Form 1099-K threshold under the One, Big, Beautiful Bill; dollar limit reverts to $20,000”, 2025: irs.gov.
- Internal Revenue Service, “Form 1099-K FAQs: General information”: irs.gov.
Juga tersedia dalam English, Français, Español, Português, Deutsch, Italiano, Türkçe, Tiếng Việt, العربية.