Cara menghitung DTI
Rasio utang terhadap penghasilan = total cicilan utang bulanan ÷ penghasilan kotor bulanan. Dengan penghasilan Rp10.000.000 sebelum pajak dan cicilan Rp2.800.000, DTI-mu 28%.
Pemberi pinjaman biasanya menghitung pembayaran sewa atau KPR, kredit kendaraan dan pinjaman pendidikan, pembayaran minimum kartu kredit, serta cicilan pinjaman lainnya. Listrik dan air, belanja dapur, dan asuransi biasanya tidak dihitung.
Yang dilihat pemberi pinjaman
Pemberi pinjaman menetapkan batasnya sendiri, dan rasio yang lebih rendah umumnya memberimu lebih banyak pilihan dan suku bunga yang lebih baik. Consumer Financial Protection Bureau menjelaskan bagaimana rasio ini dipakai untuk KPR, dan pemberi pinjamanmu bisa memberi tahu batas yang mereka terapkan.
Cara menurunkannya
- Lunasi saldo dengan bunga tertinggi lebih dulu, atau yang terkecil lebih dulu jika motivasi yang jadi masalah: lihat debt snowball vs avalanche.
- Hindari cicilan bulanan baru tepat sebelum mengajukan pinjaman.
- Susun anggaran yang menyisakan uang untuk cicilan: lihat cara membuat anggaran bulanan.
Tentang kalkulator ini
Ini informasi umum, bukan saran keuangan. Apa pun yang kamu ketik tidak keluar dari browser kamu.
Pertanyaan yang sering diajukan
DTI dihitung dari penghasilan kotor atau bersih?
Biasanya dari penghasilan kotor, sebelum pajak. Sebagian pemberi pinjaman dan negara memakai penghasilan bersih: di Prancis, misalnya, acuannya penghasilan bersih.
Apakah sewa dihitung dalam DTI saya?
Untuk pengajuan KPR, yang dihitung adalah cicilan rumah yang baru. Untuk pinjaman lain, pemberi pinjaman bisa memasukkan sewamu saat ini.
Bagaimana cara cepat menurunkan DTI saya?
Lunasi satu saldo kecil sepenuhnya agar cicilan bulanannya hilang, dan hindari mengambil cicilan baru sebelum kamu mengajukan pinjaman.